Pagi-pagi ada 1 email baru masuk, pas dilihat headernya ada gambar pita hitam (lambang belasungkawa), oke, ada yang meninggal berarti.
Yang bikin berbeda adalah ketika membaca kalimat “decided to step out of life”, wut? Dilanjut baca isinya jadi jelas, ada karyawan yang bunuh diri pada usianya yang masih 29 (seumuranku). Kok bisa ya masih muda, secara finansial kelihatannya bagus, tapi bisa bunuh diri? Saya bukan mencoba menerka-nerka apa alasannya, tapi hayu lihat dari sisi umumnya, penyebabnya bisa depresi, kesepian, kelainan mental dll.
- Depresi

Kita tidak bakalan bisa tau apakah orang tersebut depresi atau tidak. Saya juga mengenal dengan yang namanya depresi itu seperti apa, tapi biasanya orang yang depresi akan berusaha keras agar terlihat baik-baik saja dipermukaan, ketika berkumpul dengan banyak orang, orang tersebut akan menjadi yang paling sering tersenyum lebar dan tertawa paling kencang. Banyak kalimat-kalimat penyemangat, salah satunya yang jadi senjata utama para pakar yaitu “senyumin aja”, “lakukan kegiatan yang positif”, atau yang lainnya lah. Untuk saya, ini cuman bullshit semata supaya terlihat keren seperti saya -pret.
Kenapa?
Karena, semua kata-kata mutiara keren tersebut tidak akan membantu menyelesaikan penyebab depresi. Cuma pengalihan masalah agar tidak terlalu dipikirkan, masalah masih ada, siap untuk disantap lagi, semakin lama dibiarkan semakin panas untuk dimakan bukan malah mendingin. Pelarian diri, sekarang jadi mainan favorit jaman sekarang, pikirin aja yang hepi-hepi dll, tapi tidak mendorong untuk menyelesaikan masalah.
Siapa sih yang suka kena masalah? Semuanya pasti gasuka. Pengennya bebas masalah, padahal gak mungkin banget dah ga punya masalah. Punya masalah aja ga mau, apalagi menyelesaikan?? Orang sudah depresi, melarikan diri terus, ga ada yang bisa dijadikan teman keluh kesah berbagi, lengkap penderitaan yak. Wajar aja jadi mikirin untuk bunuh diri.
- Kesepian

Kalau yang ini mirip-mirip lah dengan diatas, bedanya cuma yang jadi pokok permasalahannya adalah merasa tidak ada yang peduli ke dirinya, tidak ada yang membutuhkannya, tidak pede, tidak ada tempat untuk mencurahkan isi hati, keluh kesah dll. Karena berbagai alasan tadi ujung-ujungnya jadi berpikir bahwa kalau dirinya tidak ada ga bakalan ada orang yang sedih ini juga. Setelahnya bisa diduga, jadi kek adegan sinetron.
.
.
Nah, sekarang gimana caranya supaya orang depresi tersebut bisa keluar dari state depresinya? Cara paling gampang sekaligus paling susah tu ya selesaikan pokok permasalahan penyebabnya, tidak takut untuk menghadapi yang akan menghalangi kita dalam misi menyelesaikan masalah, toh selama kita masih hidup masih bisa melakukan tindakan lanjutan dari hasil aksi kita. Tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting dan tidak perlu dipikirkan.
Manusia tu makhluk sosial, manfaatkan, pergunakanlah makhluk-makhluk yang kurang kerjaan -teman terdekat, orang tua, pasangan- untuk menjadi tempat meluapkan yang membebani pikiran. Setiap orang punya kapasitas masing-masing untuk menampung beban. Sering kali dengan adanya sudut pandang orang ketiga kita bisa mendapatkan solusi yang lebih baik. Yakinlah bahwa selama masih bernafas kita masih bisa memperbaiki apapun itu, seburuk apapun itu.
“Suicide doesnt kill people, sadness kills them”
“Bukan bunuh diri yang membunuh seseorang, tetapi kesepianlah yang membunuh mereka”